Perceraian Dapat sebabkan kanker dan jantung pada anak

  • Reporter:
  • Minggu, 14 Juli 2013 | 16:47
  • / 6 Ramadhan 1434
  • Dibaca : 314 kali
Perceraian Dapat sebabkan kanker dan jantung pada anak

Penyakit jantung  dan kanker pada anak tidak hanya disebabkan oleh factor makanan ataupun pola hidup. Namun ternyata hal tersebut dapatdiakibatkan oleh masalah keluarga, perceraian misalnya.

Ketika orang tua sudah diselimuti ego masing masing, kerap kali perceraian menjadi jalan terakhir dari perselisihan atau masalah mereka. Padahal dampak terbesar dari keputusan mereka untuk bercerai  diterima oleh sang buah hati mereka. Selain gangguan psikis pada anak karena perceraian tersebut, juga bisa mengakibatkan penyakit jantung dan kanker. Nah lho…kok bisa ya?

Hal tersebut sangat mungkin karena dalam dunia kesehatan factor psikologi sangat mempengaruhi factor fisik begitu juga sebaliknya.

Dilaporkan oleh Daily Mail, Minggu (14/7/2013), tim peneliti dan University College London menemukan anak-anak atau remaja yang orangtuanya bercerai sebelum mereka menginjak usia 16 tahun, diketahui mekanker pada anakmiliki kadar C-reactive protein (CRP) 16 persen lebih tinggi dalam tubuhnya ketika usianya menginjak 44 tahun.

Padahal peningkatan senyawa yang ditemukan dalam darah ini merupakan salah satu gejala peradangan pada tubuh. Peradangan inilah yang menjadi induk dari berbagai penyakit kronis seperti gangguan jantung, kanker dan diabetes.

Studi ini sendiri didasarkan pada data 7.462 orang yang ambil bagian dalam National Child Development Study 1958 dan partisipan dalam studi telah diamati oleh peneliti sejak lahir.

Selain gangguan fisik, tak luput peneliti juga menemukan orang-orang yang masa kecilnya dikenal sebagai anak broken home karena perceraian orang tuanya ini cenderung tidak memiliki kecukupan materi serta berpendidikan rendah. Kedua hal inilah yang dipercaya peneliti dapat menjelaskan adanya peningkatan peradangan di dalam tubuh.

“Studi kami menunjukkan bukan semata perceraian orang tuanyalah yang meningkatkan risiko peradangan di kemudian hari tapi kerugian sosial yang dialami si anak, seperti seberapa baik prestasi anak di bidang akademis ketika orang tuanya bercerai, yang tampaknya penting untuk memahami mengapa bisa terjadi peradangan,” tukas salah satu peneliti Dr. Rebecca Lacey, yang juga pakar epidemiologi.

Studi sebelumnya juga mengungkapkan bahwa perceraian orangtua memberikan ‘efek domino’ yang memicu berbagai reaksi negatif dari si anak. Mereka jadi lebih cenderung merokok, prestasi akademisnya menurun, begitu pula dengan kemampuan bersosialisasinya, serta lebih rentan terserang penyakit.

Risiko stroke dan kematian dini yang tinggi juga telah lama dikaitkan dengan trauma emosional yang dialami seorang anak karena melihat kedua orang tua bercerai.

Dengan data data diatas sudah semestinya para orang tua lebih mementingkan buah hati mereka dari hanya sekedar mementingkan egois masing masing, sehingga penyakit kanker dan jantung pada anak bisa di minimalisir.

2 Komentar

Foto Terbaru

This site is protected by WP-CopyRightPro

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional